KERAJAAN ACEH DARUSSALAM.
Kerajaan Aceh berdiri tahun 1520 yang raja pertamanya Sultan Ali Mughayat Shah. Raja ini berkuasa dari tahun 1514-1528, yang berhasil membebaskan diri dari Pidie. Kerajaan Aceh ini mengadakan hubungan dengan Banten,Demak, Banjar Masin, Brunai, Ternate dan Gowa, yang menguasai perdagangan Indonesia Timur. Dan keluar negerinya mengadakan dengan Arab, India, dan Turki. Dengan banyaknya hubungan ini, dengan bantuan dari negeri ini meberikan kesempatan kepada Aceh untuk menyerang Portugis pada tuhun 1547 dan 1568. Akan tetapi serangan ini gagal
Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaannya dibawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda. Daerah kekuasaan kerajaan Aceh terbentang dari ujung utara Kutaraja sampai ke Pariaman, Inderapura, Jambi, Pada saat itulah kesusastraan berkembang pesat. di antara pengarang pengarang yang terkenal pada waktu : Buchari Al Jauhhari, yang bukunya 'Mahkota raja raja' dan Tun Sri Lanang yang bukunya 'Sejarah Melayu'. Dunia kesusastraan pada masa itu berjasa besar dalam mengembangkan bahasa Melayu yang berkembang menjadi bahasa Indonesia sekarang. Sultan Iskandar Muda Wafat Tahun 27 Desember 1636, dan kekuasaanya diserahkan kemenantunya, anak Sultan Pahang yang di tawan di Aceh yaitu Sultan Iskandar Thani (1636-1641). Sesudah Sultan Iskandar Thani, kerajaan dipimpin oleh pemaisurinya anak perempuan dari Sultan Iskandar Muda (1641-1675). Akhirnya Aceh makin lemah dan hilang peranannya dalam menghadapi Belanda, yang mudah menguasai Malaka.
Kerajaan Aceh berdiri tahun 1520 yang raja pertamanya Sultan Ali Mughayat Shah. Raja ini berkuasa dari tahun 1514-1528, yang berhasil membebaskan diri dari Pidie. Kerajaan Aceh ini mengadakan hubungan dengan Banten,Demak, Banjar Masin, Brunai, Ternate dan Gowa, yang menguasai perdagangan Indonesia Timur. Dan keluar negerinya mengadakan dengan Arab, India, dan Turki. Dengan banyaknya hubungan ini, dengan bantuan dari negeri ini meberikan kesempatan kepada Aceh untuk menyerang Portugis pada tuhun 1547 dan 1568. Akan tetapi serangan ini gagal
Kerajaan Aceh mencapai puncak kejayaannya dibawah kepemimpinan Sultan Iskandar Muda. Daerah kekuasaan kerajaan Aceh terbentang dari ujung utara Kutaraja sampai ke Pariaman, Inderapura, Jambi, Pada saat itulah kesusastraan berkembang pesat. di antara pengarang pengarang yang terkenal pada waktu : Buchari Al Jauhhari, yang bukunya 'Mahkota raja raja' dan Tun Sri Lanang yang bukunya 'Sejarah Melayu'. Dunia kesusastraan pada masa itu berjasa besar dalam mengembangkan bahasa Melayu yang berkembang menjadi bahasa Indonesia sekarang. Sultan Iskandar Muda Wafat Tahun 27 Desember 1636, dan kekuasaanya diserahkan kemenantunya, anak Sultan Pahang yang di tawan di Aceh yaitu Sultan Iskandar Thani (1636-1641). Sesudah Sultan Iskandar Thani, kerajaan dipimpin oleh pemaisurinya anak perempuan dari Sultan Iskandar Muda (1641-1675). Akhirnya Aceh makin lemah dan hilang peranannya dalam menghadapi Belanda, yang mudah menguasai Malaka.

